Salah satu penipuan paling umum di dunia: SMS atau WhatsApp yang menyamar sebagai perusahaan kurir (JNE, J&T, SiCepat, Pos Indonesia, DHL) mengaku paket tertahan atau ada biaya bea cukai kecil, dengan tautan pembayaran. Tujuannya mencuri data kartu Anda. Kurir asli tidak menagih bea cukai lewat tautan SMS.
Pesan seperti: 'Paket Anda tertahan. Bayar biaya bea cukai Rp5.000 untuk melepaskannya: bit.ly/xxx'. Jumlah kecil itu disengaja — begitu Anda memasukkan data kartu, data itu dicuri. Waspadai juga file APK 'cek resi'.
• Tautan pendek atau aneh alih-alih domain resmi kurir • Urgensi: 'paket dikembalikan dalam 24 jam' • Biaya kecil yang aneh • Permintaan memasukkan data kartu lewat tautan, atau memasang APK
1. Jangan klik. 2. Buka langsung situs atau aplikasi resmi kurir. 3. Jika sudah memasukkan data, telepon bank untuk memblokir kartu. 4. Ragu? Tempel pesannya ke pemeriksa gratis di bawah.
Tidak. Biaya bea cukai dan pengiriman diurus di situs atau aplikasi resmi, tidak pernah lewat tautan dalam SMS.
Jumlah kecil justru triknya — menurunkan kecurigaan. Yang mereka incar data kartu Anda, bukan biayanya.