SMS atau WhatsApp dari «J&T», «JNE», «Pos Indonesia» atau «Bea Cukai»: paket Anda tertahan, bayar sejumlah kecil untuk melepaskannya. Tautannya menuju situs palsu yang mencuri data kartu dan m-banking. Karena hampir semua orang belanja online, pesan ini selalu terasa «pas waktunya». Versi lain: telepon «petugas bea cukai» soal paket berisi barang ilegal atas nama Anda — lalu minta «uang damai».
• Tagihan kecil (agar dibayar tanpa pikir) — target sebenarnya data kartu Anda • Tautan ke domain aneh, bukan situs resmi kurir • Ancaman: «paket dikembalikan dalam 24 jam» atau «kasus dilaporkan ke polisi» • Datang meski Anda tidak menunggu paket apa pun
• Jangan bayar lewat tautan di SMS/WA • Lacak paket hanya di situs/aplikasi resmi kurir — ketik alamatnya sendiri • Bea Cukai resmi tidak menagih lewat transfer pribadi; cek resmi di beacukai.go.id • Tempel pesannya di Phishy — gratis, langsung ketahuan penipuan atau bukan
Blokir kartu lewat bank segera, ganti password m-banking, pantau mutasi rekening beberapa hari ke depan, dan laporkan ke polisi atau lapor.go.id.
Orang tua paling sering tertipu modus ini. Pasang Phishy di ponsel mereka — bahasa Indonesia, huruf besar, jawaban jelas. Mode Keluarga memberi Anda peringatan saat penipuan sampai ke mereka, tanpa membuka isi chat pribadinya.
Tidak. Biaya resmi dibayar saat COD atau lewat kanal resmi. Tagihan kecil mendadak lewat tautan adalah modus klasik.
Tutup telepon. Bea Cukai tidak menagih «uang damai» lewat telepon. Cek kebenarannya di beacukai.go.id atau call center resmi 1500225.
Salin pesannya, buka pemeriksa gratis Phishy, tempel — hasil dalam hitungan detik, tersedia bahasa Indonesia.